Jumat, 16 September 2011

manfaat renang bagi penderita ASMA

young swimming club
 
Renang banyak manfaatnya untuk kesehatan, karena dengan renang seluruh tubuh bergerak, kelompok otot-otot besar akan digunakan seperti otot perut, otot lengan, pinggul, pantat dan paha. Renang baik untuk mereka yang memiliki riwayat penyakit asma, kelebihan berat badan,... hamil dan orang yang lanjut usia. Karena, ketika berenang seluruh berat badan ditahan air (mengapung), sehingga sendi-sendi tubuh tak terlalu berat menopang badan. Dengan renang akan terlatih menggunakan pernapasan secara efisien. Renang dimulai dengan melakukan pemanasan terlebih dahulu, agar tubuh siap bergerak. Pemanasan akan membuat suhu tubuh dan detak jantung meningkat perlahan-lahan. Lakukan pemanasan dengan berjalan-jalan sekitar kolam renang selama 10 menit, lalu regangkan sedikitnya 15 kali hitungan setiap otot. Peregangan salah satu upaya menghindari kram. Lakukan pemanasan dan peregangan selama 5-10 menit, lalu teruskan dengan berenang selama 20-40 menit tanpa henti. Bagi penderita penyakit asma, renang sangat membantu untuk meredakan atau bahkan untuk penyembuhan penyakit asma. Karena dengan melakukan renang maka akan melatih seluruh otot pernapasan mulai dari dada, perut, bahu dan pundak semuanya ikut bergerak sehingga bisa memperbaiki kondisi pada penderita asma. Sebagian besar serangan asma dipicu oleh udara kering, tetapi hal ini tidak terjadi saat berenang karena pernapasan terjadi di dekat permukaan air. Uap air membuat udara yang masuk tidak kering.Renang juga dapat membangkitkan percaya diri serta semangat hidup penderita asma dan secara psikologis akan mengurangi resiko serangan asma. Penyakit asma dapat terkontrol apabila memenuhi 6 kriteria berikut: 1. Tidak pernah atau jarang mengalami gejala harian (maksimal 2 kali/minggu) 2. Tidak pernah terbangun karena asma 3. Tidak pernah atau jarang menggunakan obat pelega nafas (maksimal 2 kali/minggu) 4. Dapat melakukan aktivitas dan latihan fisik secara normal 5. Hasil tes fungsi paru-paru normal atau mendekati normal 6. Tidak pernah mengalami serangan asma. Renang yang dilakukan selama 3-5 kali seminggu dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru. Agar bisa memperoleh manfaat renang, hendaklah berenang dengan benar. Dengan renang, tubuh akan membakar kalori sekurang-kurangnya 275 kalori/jam.

Rabu, 14 September 2011

kecam diriku


Kecam diriku penuh dengan makian, cacian!
Seakan diri ini tertampar, terhempas lepas..
Darah Hitam,Pekat..Kebencian!
Beban akalku suram buram, tertekan..
Remukan hasratku, taklukan keras jiwaku..
Kau maki aku..
Darah Hitam Kebencian..Penuhi nafsuku
Darah Hitam Kebencian..Pekat,
Pekatkan Hitamku..
Resapi diriku yang kau anggap bencana, selami hidupku
yang kau pandang suram, jangan pernah kau lihat aku sampah
akan kutunjukan tajam taringku..
Pekat!                                  

KEBERSIHAN DIRI


A.   Konsep Dasar Penyakit
1.      Definisi / Pengertian
     Higiene adalah ilmu kesehatan. Cara perawatan diri manusia untuk memelihara kesehatan mereka disebut higiene perorangan. Pemeliharan higiene perorangan diperlukan untuk kenyamanan individu, keamanan, dan kesehatan. Hal ini diperlukan karena ketika orang sakit, akan sulit memikirkan tentang mandi atau menyikat gigi atau membersihkan kuku; bernapas atau mengatasi nyeri tampak lebih penting.
      Perbedaan budaya dan agama dapat membedakan praktik higiene. Higiene adalah sangat pribadi dan masing-masing individu mempunyai ide yang berbeda tentang apa yang mereka ingin lakukan. Ide mengenai higiene dari masing-masing individu dapat berdampak baik maupun buruk bagi individu itu sendiri.

2.      Epidemiologi/Insiden kasus
1.      Mandi
·   Tidak mampu dalam :
-          Membasuh bagian atau seluruh penyakit
-          Menyediakan sumber air mandi
-          Suhu air mandi reguler
-          Mendapatkan peralatan mandi
-          Mengeringkan tubuh
-          Masuk/keluar kamar mandi

2.      Kaki dan kuku
Karakteristik
Pengertian
Kalus
Bagian yang mengeras dari epidermis terdiri dari massa sel tanduk dan keratotik. Kalus biasanya datar, tidak berasa nyeri, dan ditemukan  dibawah kaki atau telapak tangan. Masalah disebabkan oleh friksi atau tekanan lokal.
Katimumul
Keratosis disebabkan friksi dan tekanan dari sepatu. Hal ini terlihat dengan jelas pada jari kaki, diatas penonjolan tulang. Katimumul biasanya berbentuk kerucut, bulat, dan naik.
Kutil pada kaki (plantar wart)
Luka yang menjamur terlihat pada tumit kaki dan disebabkan oleh virus papiloma.
Infeksi jamur kaki (tinea pedis)
Infeksi jamur pada kaki; ketidaksamaan sisi, dan keretakan kulit terjadi antara jari dan tumit kaki. Kaki yang melepuh kecil berisi cairan dapat terlihat. Masalah disebabkan pemakaian alas kaki yang ketat.
Kuku yang tumbuh yang ke dalam
Jari kaki atau jari tangan masuk kedalam jaringan yang halus sekitar kuku.
Kuku tanduk RAM
Kuku kaki RAM biasanya kuku yang meliuk.
Paronisia
Inflamasi jaringan sekitar jari terjadi setelah bintil kuku.
Bau kaki
Akibat keringat yang berlebihan yang meningkatkan perkembangan mikroorganisme.

3.      Mulut
 Masalah
Pengertian
Stomatitis
Kondisi peradangan pada mulut karena kontak dengan pengiritasi, seperti tembakau, virus.
Glositis
Peradangan lidah hasil karena penyakit infeksi atau cedera, seperti luka bakar.
Gingivitis
Peradangan gusi, biasanya karena higiene mulut yang buruk/terjadi tanda leukimia, defisiensi vitamin, atau diabetes melitus.

4.      Rambut
Masalah
Pengertian
Ketombe
Pelepasan kulit kepala disertai gatal
Kutu
Parasit kecil yang menggali liang ke dalam kulit dan menghisap darah.
Pediculosis
Serangga parasit terdapat pada mamalia.
Pediculosis capitis (kutu kepala)
Parasit yang cenderung melekat pada pakaian, sehingga dia tidak mudah terlihat. Kutu badan mengisap darah dan meninggalkan telur pada pakaian dan peralatan.
Pediculosis corporis (kutu badan)
Parasit yang cenderung melekat pada pakaian, sehingga dia tidak mudah terlihat.
Pediculosis pubis (kutu kepiting)
Parasit ditemukan pada rambut pubis.
Kehilangan rambut (alopesia)
Kondisi ini disebabkan penggunaan pengeriting rambut, produk rambut, pengikatan yang ketat dan penggunaan sisir panas.

5.      Mata, telinga, dan hidung
-          Masalah mata yang ada antara lain ; kebutaan, katarak, mata juling (strabismus), miopi, hipermetropi, presbiopi dan silinder.
-          Masalah telinga antara lain ; tuli
-          Masalah hidung antara lain: sinusitis, polip.

6.      Lingkungan ruangan klien
-  Kebersihan sekitar tempat tidur pasien tidak terjaga.
-  Temperatur kamar tidak mendukung yang disebabkan ventilasi kurang.
3.   Penyebab/Etiologi
Ø  Mandi
-          Kurang/penurunan motivasi
-          Lemah/lelah
-          Cemas berat
-          Tidak mampu merasakan bagian tubuh
-          Kerusakan kognisi/perseptual
-          Nyeri
-          Kerusakan neurovaskular
-          Kerusakan muskuloskeletal
-          Hambatan lingkungan

Ø  Kaki dan kuku
-          Kurang pengetahuan dalam merawat

Ø  Mulut
-          Kurangnya perhatian terhadap pemeriksaan gigi sehingga timbul masalah pada mulut

Ø  Rambut
-          Kotoran/debu pada kulit kepala yang lama tidak dibersihkan.

Ø  Mata, telinga, dan hidung
-   Pada mata seperti debu yang masuk ke dalam mata.
-   Pada telinga seperti masuknya serangga
-   Pada hidung seperti menyempitnya saluran pernapasan, masuknya debu.

4.   Faktor predisposisi
      Faktor yang mempengaruhi antara lain :
1.   Keturunan
      Seseorang mendapat penyakit dalam tubuhnya salah satunya bisa dikarenakan diwariskan oleh orangtua.
2.   Lingkungan
      Timbulnya suatu penyakit pada seseorang terjadi bilamana lingkungan si penderita tidak terjaga.
3.   Gaya hidup
      Dengan  gaya hidup yang kurang terawat dapat memunculkan penyakit di diri seseorang.

5.   Patofisiologi
      Pengaturan kegiatan sehari-hari seseorang meningkatkan kualitas seseorang sehingga permasalahan-permasalahan yang tadinya terjadi dapat berangsur-angsur berkurang.

6.   Klasifikasi : -

7.   Gejala klinis : -

8.   Pemeriksaan Fisik : -

9.   Pemeriksaan diagnostik/penunjang : -
      a.  Pemeriksaan lab
      b.  Radiologi
      c.  Dan lain-lain
 
10. Prognosis : -

11. Theraphy/tindakan penanganan : -

12. Penatalaksanaan : -


B.  Konsep Dasar Asuhan Keperawatan

1.  Pengkajian Fisik
a.       Mandi; Periksa permukaan kulit terhadap adanya kemerahan, iritasi, kekeringan, keringat, yang berlebihan, lesi, atau luka terbuka.
b.      Kaki dan kuku; periksa permuka kulit; bentuk, ukuran, dan jumlah jari.
c.       Mulut; periksa bibir, mukosa, gigi, gusi, dan langit-langit.
d.      Rambut; mengkaji kondisi rambut seperti rambut tidak kusut.
e.       Mata, hidung dan telinga; kaji fungsi dan kondisi mata, hidung, dan telinga.
      2.  Diagnosa keperawatan
  1. Mandi
-          Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan imobilisasi.
-          Defisit perawatan-diri mandi/higiene yang berhubungan dengan gips pada ekstremitas bawah sebelah kanan.
  1. Kaki dan kuku
-          Resiko infeksi yang berhubungan dengan kulit yang rusak atau trauma.
-          Hambatan mobilisasi fisik yang berhubungan dengan luka kaki yang menyakitkan.
  1. Mulut
-          Resiko infeksi yang berhubungan dengan trauma mukosa moral oral.
-          Nyeri yang berhubungan dengan gingivitis
  1. Rambut
-   Gangguan citra diri yang berhubungan dengan penampilan fisik yang tidak disisir.
  1. Mata, hidung dan telinga
-          Resiko infeksi yang berhubungan dengan praktik higienis yang buruk.
     3.   Perencanaan
a.       Mandi;
-          Mandikan pasien setiap hari
-          Gunakan losion pada kulit setelah mandi
b.      Kaki dan kuku
-          Perawat merujuk klien ke podiatrist

c.       Mulut
-          Menggosok gigi dengan sikat gigi yang lembut menggunakan gerakan horizontal.

d.      Rambut
-          Mencuci rambut selama 2 hari sekali

e.       Mata, Hidung, dan telinga
-          Menjaga mata, hidung dan telinga agar tidak terkena debu
4.      Tindakan keperawatan
a.       Mandi ;
-          mandikan klien

b.      Kaki dan kuku
-          rawat kebersihan kaki dan kuku klien

c.       Mulut
-          ajarkan cara menyikat gigi yang benar

d.      Rambut
-          ajarkan cara mencuci rambut yang benar

e.       Mata, hidung, dan telinga
-          ajarkan cara membersihkan bagian tubuh tersebut agar tidak kemasukkan debu.
5.      Evaluasi
Respon klien terhadap perawatan seperti : Mandi, Kaki dan kuku, Mulut, Rambut Mata, Hidung, dan Telinga dievaluasi dengan baik selama beberapa hari atau minggu. Jika klien mengalami masalah apapun, hal ini membutuhkan waktu bagi perubahan agar dapat ditingkatkan.